GROBOGAN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 Kodim 0717/Grobogan tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkomitmen membangun kesadaran sosial di masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi “Stop Kekerasan dan Bullying pada Anak” yang digelar di MA Tsamrotul Huda, Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (23/10/2025).
Kegiatan yang menggandeng Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Grobogan ini menjadi langkah nyata dalam membentuk lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.
Kasdim 0717/Grobogan, Mayor Cba A.M. Ichfani, S.E., yang hadir sebagai pemateri, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.

“Bullying tidak boleh dianggap sepele. Tindakan ini bisa merusak mental, rasa percaya diri, bahkan masa depan anak. Melalui gerakan *Stop Kekerasan dan Bullying pada Anak*, kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif bagi semua siswa, ” ujar Mayor Ichfani.
Ia menambahkan, upaya pencegahan perlu dilakukan bersama-sama oleh guru, orang tua, dan masyarakat agar kasus kekerasan tidak lagi terjadi di sekolah-sekolah.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa menghentikan kekerasan bukan hanya tugas korban, tapi tanggung jawab kita semua. Lingkungan yang sehat dimulai dari kepedulian, ” imbuhnya.
Sementara itu, Ibu Suryani, S.Psi., M.Si., selaku Direktur Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Peksos Goes To Community yang bertujuan menyebarluaskan pemahaman tentang bahaya kekerasan dan pentingnya perlindungan anak.

“Program ini kami rancang untuk menumbuhkan empati dan kesadaran sosial di tengah masyarakat. Kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara emosional, ” ungkap Suryani.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan Satgas TMMD yang dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa, termasuk sekolah-sekolah di daerah pelosok.
“Sinergi dengan TNI seperti ini sangat efektif. Mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat, dan pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh warga maupun pelajar, ” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi yang dikemas dengan diskusi interaktif itu mendapat sambutan hangat dari para guru dan siswa MA Tsamrotul Huda. Para peserta tampak antusias saat diajak memahami dampak psikologis bullying serta cara melaporkan tindakan kekerasan dengan benar.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati sesama dan menolak segala bentuk kekerasan dapat semakin mengakar di tingkat desa.
(Tohir/Agung)

Updates.