GROBOGAN - Kelangkaan gas LPG tabung 3 kilogram kembali dikeluhkan warga Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (27/2/2026). Minimnya pasokan membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, bahkan harus mencari hingga ke wilayah desa lain.
Sejumlah warga menyebut stok LPG 3 kilogram di tingkat pengecer maupun pangkalan setempat nyaris tidak tersedia dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keresahan karena tabung bersubsidi tersebut menjadi sumber energi utama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Salah satu warga, Kuswati (64), mengaku kesulitan memasak akibat kelangkaan tersebut.
“Kelangkaan LPG 3 kilogram sangat menyulitkan kami untuk memasak, padahal ini kebutuhan penting bagi kehidupan sehari-hari, ” ujarnya.
Di tengah keterbatasan pasokan di Trisari, warga memperoleh informasi adanya LPG 3 kilogram di Dusun Kaliceret, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo. Namun, tabung gas disebut dijual dengan harga sekitar Rp25.000 per tabung, lebih tinggi dibanding harga yang biasa dibayar masyarakat.
Kondisi tersebut menambah beban warga karena harus mengeluarkan biaya lebih serta menempuh jarak lebih jauh hanya untuk memperoleh energi memasak. Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera menormalisasi distribusi LPG bersubsidi agar tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat kecil.
Kelangkaan LPG bersubsidi tidak hanya berdampak pada aktivitas dapur rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi keluarga berpenghasilan rendah di pedesaan. Hingga kini, warga masih menunggu langkah konkret pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan kembali stabil di wilayah Gubug dan sekitarnya. (Aktivis)

Updates.