GROBOGAN- Kepanikan melanda warga Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (27/2/2026) pagi. Tabung gas LPG ukuran 3 kilogram, yang menjadi andalan utama kebutuhan dapur sehari-hari, mendadak menghilang dari peredaran. Kondisi ini sontak membuat aktivitas memasak terhenti, menimbulkan keresahan mendalam di kalangan ibu rumah tangga.
Bukan hanya sulit didapatkan, ketika akhirnya ditemukan di tingkat pengecer atau pangkalan, harga jual LPG 3 kg ini dilaporkan melonjak drastis dari harga normal. Kenaikan harga yang tak terduga ini tentu saja semakin memberatkan beban ekonomi keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan.
“Kelangkaan LPG 3 kilogram sangat menyulitkan kami untuk memasak, padahal ini kebutuhan penting bagi kehidupan sehari-hari, ” keluh Kuswati (64), seorang warga Trisari yang ditemui di kediamannya. Selasa (17/2/2026).
Menurut pengakuan sejumlah warga, kelangkaan ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Belum ada kejelasan kapan pasokan LPG akan kembali normal, membuat warga diliputi kecemasan akan keberlangsungan kebutuhan pangan keluarga.
Mereka sangat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera turun tangan. Solusi cepat dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan pasokan LPG kembali lancar dan harga tetap terjangkau, sesuai dengan harapan masyarakat.
Dampak kelangkaan energi rumah tangga seperti LPG ini tak hanya dirasakan pada aktivitas memasak semata. Lebih jauh, kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi keluarga berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada subsidi energi pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti langkah konkret dari instansi terkait. Harapan besar tertuju pada upaya penormalan distribusi LPG di wilayah Gubug dan sekitarnya agar aktivitas warga dapat kembali berjalan seperti sedia kala. (Aktivis)

Updates.