Taj Yasin Targetkan 3 Hari Penutupan Tanggul Sungai Tuntang, 9 Alat Berat Dikerahkan

    Taj Yasin Targetkan 3 Hari Penutupan Tanggul Sungai Tuntang, 9 Alat Berat Dikerahkan
    Foto: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan percepatan penanganan tanggul jebol di Sungai Tuntang, Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Saat meninjau langsung lokasi pada Rabu (18/2/2026).

    GROBOGAN - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan percepatan penanganan tanggul jebol di Sungai Tuntang, Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Saat meninjau langsung lokasi pada Rabu (18/2/2026), ia menargetkan proses penutupan tanggul rampung dalam waktu tiga hari.

    Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang sehari sebelumnya juga melakukan peninjauan guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

    “Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal dua sampai tiga hari lagi tanggulnya selesai, ” ujar Taj Yasin di sela kunjungan.

    Ia menegaskan, selain fokus pada titik tanggul yang jebol, pemerintah daerah bersama masyarakat diminta aktif memantau kondisi sepanjang aliran Sungai Tuntang. Langkah ini penting untuk mencegah potensi kerusakan baru, terutama di tengah curah hujan yang masih tinggi.

    “Kalau ada yang membahayakan segera dilaporkan. Nanti kami koordinasi dengan BBWS supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi, ” tegasnya.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Heri Santoso, menjelaskan pihaknya telah memobilisasi sembilan alat berat di dua titik jebol untuk mempercepat proses penutupan.

    “Per hari ini kami memobilisasi sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul, ” jelas Heri.

    Ia menargetkan penutupan tanggul selesai pada Jumat, dilanjutkan penguatan struktur menggunakan bronjong selama tujuh hari berikutnya.

    Selain itu, pengawasan debit air terus dilakukan melalui dua titik kontrol, salah satunya di Bendung Gelapan. Heri menyebut debit air yang masuk berasal dari wilayah Bancak dan Rawapening, dengan faktor cuaca menjadi variabel krusial dalam percepatan pekerjaan.

    Sebagaimana diketahui, tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2/2026), menyebabkan jalur provinsi Semarang–Grobogan terputus dan mengganggu mobilitas warga. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas PUPR juga berencana memasang jembatan armco dalam waktu sepekan agar akses jalan dapat kembali difungsikan.

    Dengan percepatan yang dilakukan, pemerintah berharap penanganan darurat segera tuntas, risiko banjir susulan dapat ditekan, dan aktivitas masyarakat di Grobogan kembali normal. (**)

    tajyasin grobogan sungaituntang jatengtanggap infrastrukturjateng penangananbanjir
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    LPG 3 Kg Langka di Trisari, Warga Grobogan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    TMMD 127 Kodim Kebumen: TNI Bangun Kedekatan dengan Petani Somagede di Tengah Panen
    TMMD 127 Kodim Kebumen: Sapaan Hangat di Somagede, TNI Dekat dengan Ibu Pencari Rumput
    Di Balik Derap TMMD, Prajurit Kodim 0709/Kebumen Suntik Semangat Peternak Murai Somagede
    Kasum TNI Tegaskan Peran Berkelanjutan TNI dalam Penanganan Bencana Sumatra
    Taj Yasin Targetkan 3 Hari Penutupan Tanggul Sungai Tuntang, 9 Alat Berat Dikerahkan

    Ikuti Kami